SMK MINI

SMK Mini Jatim Dilirik Program AKAD Pemerintah Pus

SMK Mini Jatim Dilirik Program AKAD Pemerintah Pus

Provinsi Jawa Timur bisa berbangga. Pasalnya, program unggulan terkait pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mini, alumninya dipersiapkan untuk tenaga kerja pada sistem Antar Kerja Antar Daerah (AKAD). AKAD adalah program Pemerintah Pusat yang digagas Kementerian Tenaga Kerja RI.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dalam beberapa kesempatan menyatakan kebanggaannya. “Adalah suatu kebanggaan apabila alumni SMK Mini siap dipekerjakan oleh Kemenaker RI melalui sistem AKAD itu. Hal itu membuktikan, SMK Mini mempunyai potensi untuk menghasilkan tenaga kerja yang mempunyai ketrampilan yang dibutuhkan industri,“ ujarnya.
Gubernur juga mengatakan, sebelum itu, pihaknya pernah menawarkan alumni SMK mini untuk bisa direkrut Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Alumni SMK Mini adalah orang-orang terlatih yang bisa menjadi tenaga kerja profesional.

Saat ini, kata Soekarwo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga bekerjasama dengan pemerintah Jerman dalam bidang pengembangan pendidikan SMK. Kerjasama itu mencakup pelatihan guru-guru dan kepala sekolahnya. Tewrmasuk di dalamnya standarisasi pendidikannya juga disamakan dengan Jerman.

Jawa Timur sudah mengembangkan sebanyak 70 SMK Mini. Sebagian besar bekerjasama dengan pondok pesantren. Targetnya ke depan sebanyak 400 SMK Mini dengan 80 ribu lulusan hingga akhir tahun 2017.

Beberapa bidang disasar SMK Mini untuk memperoleh alumni yang siap bekerja di dunia industri. Diantaranya, teknologi rekayasa, agrobisnis, perikanan, kehutanan, seni rupa dan pariwasata. Bidang tersebut sesuai dengan kondisi lapangan dimana banyak tenaga kerja yang dibutuhkan. Sebab itu, dengan adanya SMK Mini diharapkan tenaga kerja dari Jawa Timur bisa terserap di dunia industri nasional maupun internasional.

1 Comments

1

2017/09/21, 15:38:17

20

Leave a Replay

Make sure you enter the(*)required information where indicate.